Beranda > KEDOKTERAN > KB Suntik (20 Mei 2009)

KB Suntik (20 Mei 2009)

[”Citra Wanita Indonesia” Senin – Jum’at, 13.00-15.00 WIB]

Narasumber : Dr. Darwoto

Dari 61,4 persen pengguna metode kontrasepsi di Indonesia, sebanyak 31,6 persen menggunakan suntik. Sedangkan yang memakai pil hanya 13,2 persen, memakai IUD (Intra Uterine Device) atau spiral 4,8 persen, implant 2,8 persen, dan kondom 1,3 persen, sisanya vasektomi dan tubektomi.

Terjadi kenaikan pemakaian metode kontrasepsi suntik dari tahun 1991 sampai 2007 lalu. Menurut survei yang dilakukan oleh BKKBN tentang pengguna metode kontrasepsi suntik pada tahun 1991 hanya 11,7 persen, pada tahun 1994 menjadi 15,2 persen, 1997 menjadi 21,1 persen, 2003 menjadi 27,8 persen, dan pada tahun 2007 mencapai 31,6 persen.
Ibu-ibu lebih cocok dengan KB suntik, kata mereka lebih afdol disuntik daripada minum pil KB atau di spiral.

Apa yang disebut KB suntik? :
• Wanita yang ingin memakai KB suntik mendapat suntikan periodik untuk mencegah kehamilan.
• Ada bermacam KB suntik yang dipasarkan di Indonesia yakni: Depo Provera (suntikan setiap 3 bulan sekali) ; Noristerat ( suntikan setiap 2 bulan sekali) dan Cyclofem (suntikan 1 bulan sekali)
• Disuntikkan di bokong, atau tempat lainnya.

Bagaimana cara kerja KB suntik mencegah kehamilan ? :
• Menghentikan (meniadakan) keluarnya sel telur dari indung telur
• Membuat sperma sulit memasuki rahim karena mengentalkan lendir mulut rahim (serviks)
• Tidak dapat mengeluarkan/ menghentikan kehamilan yang sudah terjadi

Efektivitas KB suntik:
Sangat efektif, kegagalan pada pemakai KB suntik hanya sekitar 0.3 kehamilan dari 100 pemakai pada tahun pertama pemakaian. ( 1 dari 333 pemakai masih bisa hamil)

Keuntungan memakai KB suntik:
• Cocok untuk mencegah kehamilan atau menjarangkan kehamilan dalam jangka panjang dan kesuburan dapat pulih kembali
• Tidak terpengaruh \”faktor lupa\” dari pemakai (tidak seperti memakai PIL KB)
• Tidak mengganggu hubungan suami istri
• Dapat dipakai segala umur pada masa reproduktif
• Tidak mengganggu laktasi (menyusui), baik dari segi kuantitas maupun kualitas
• Dapat dipakai segera setelah masa nifas
• Meningkatkan kenyamanan hubungan suami-istri karena rasa aman terhadap risiko kehamilan
• Dapat dipakai segera setelah keguguran
• Membantu mencegah terjadinya kehamilan di luar kandungan
• Membantu mencegah kanker endometrium (rahim)
• Membantu mencegah kejadian mioma uteri (tumor jinak rahim)
• Mungkin dapat mencegah kanker indung telur (ovarium)
• Mengurangi kejadian anemi kekurangan zat besi
• Khusus untuk penderita epilepsi mengurangi kejadian kejang.

Kategori:KEDOKTERAN Tag:
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: