Beranda > KASUS > Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Subsidi Elpiji

Pemerintah Diminta Antisipasi Lonjakan Subsidi Elpiji

Jakarta (ANTARA) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta pemerintah mengantisipasi lonjakan anggaran subsidi menyusul rencana kenaikan harga elpiji kemasan tabung 12 kg.

Anggota Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Senin, mengatakan, kenaikan harga elpiji 12 kg berpotensi meningkatkan konsumsi elpiji kemasan tabung 3 kg, karena adanya migrasi pengguna 12 kg ke 3 kg yang lebih murah.

“Konsumsi 3 kg juga dikhawatirkan makin bertambah karena maraknya ulah pedagang mengoplos atau menyuntik elpiji 3 kg ke tabung 12 kg,” katanya.

Tulus mengakui, potensi peningkatan konsumsi elpiji 3 kg tersebut memang sulit dicegah karena mekanisme penjualan dilakukan terbuka.

“Pemerintah yang harus mengkaji bagaimana pengaturannya,” ujarnya.

Menurut dia, kenaikan konsumsi 3 kg tersebut dikarenakan disparitas harga 12 kg yang makin tinggi dibandingkan 3 kg.

Saat ini, harga elpiji kemasan tabung 12 kg sudah dijual dengan harga lebih tinggi yakni Rp5.850 per kg, sedang 3 kg hanya Rp4.750 per kg atau ada selisih Rp1.100 per kg.

Jika, harga elpiji 12 kg dinaikkan lagi, maka potensi migrasi pengguna elpiji 12 kg ke 3 kg ataupun pengoplosan 3 kg ke 12 kg dikhawatirkan akan makin meningkat.

Kenaikan konsumsi elpiji 3 kg yang mendapat subsidi akan makin meningkatkan anggaran subsidi elpiji.

Tulus menambahkan, kenaikan harga elpiji juga mesti mempertimbangkan waktu yang tepat.

“Soalnya, pemerintah juga berencana menaikkan tarif dasar listrik dalam waktu dekat,” katanya.

Ia mengharapkan, kenaikan kedua komoditas tersebut jangan dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

“Kalau dilakukan serentak, maka akan berdampak besar di masyarakat dan inflasi semakin besar,” ujarnya.

Namun, Tulus mengatakan, sesuai UU BUMN, PT Pertamina (Persero) tidak dibolehkan rugi.

“Persoalan harga elpiji 12 kg ini merupakan bentuk inkonsistensi pemerintah dan DPR,” ujarnya.

Hal senada dikemukakan Ketua Umum Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Ery Purnomohadi.

Menurut dia, kenaikan harga elpiji memang sudah tidak terelakkan, mengingat kerugian yang dialami PT Pertamina (Persero).

“Kalau Pertamina rugi, maka tidak bisa berkembang dan bersaing dengan perusahaan lainnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina mengaku sudah mengusulkan kenaikan harga elpiji tabung 12 kg kepada pemerintah pada April lalu.

Pertamina meminta kenaikan harga elpiji 12 kg hingga mencapai keekonomian.

Saat ini, harga jual elpiji 12 kg adalah Rp5.850 per kg dan harga keekonomian Rp8.505 per kg atau terdapat selisih harga Rp2.655 per kg.

Pertamina mengaku mengalami kerugian hingga Rp2,6 triliun dalam bisnis elpiji 12 kg pada tahun lalu.

Juru bicara Pertamina Basuki Trikora Putra mengatakan, jika tidak ada kenaikan, Pertamina kembali akan mengalami kerugian sebesar Rp2,6 triliun pada 2010.

Kategori:KASUS
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: